Fakta Unik

  • Mendoan berasal dari kata mendo yang berarti setengah matang atau lembek. Oleh karena itu Mendoan harus punya ciri  khas setengah matang dan lembek. Jika tempe digoreng sampai kering dan kaku, itu bukan Mendoan tapi Tempe Goreng !
  • Mendoan adalah makanan khas rakyat Banyumas yang terkenal dengan bahasa Ngapaknya.
  • Ngapak adalah bahasa orang Banyumas. Apa itu orang banyumas? Orang yang tinggal didaerah Jawa Tengah Bagian Barat berbatasan dengan Jawa Barat. Utamanya Cilacap, Purbalingga,BanjarNegara. Ada juga sebagain Kebumen.
  • Logat Tegal itu bagaimana ? Itu adalah termasuk logat Banyumasan dengan ciri vokal “a” dan konsonan yang disebutkan jelas pada akhir kata. Contoh : kata enak,   Bahasa Jawa Mataraman akan mengucapkan ena’. Sedang bahasa Ngapak akan diucapkan penuh enak. Ciri khas lain kata “a” tetap dibaca “a. Sedan Jawa Mataraman akan membaca “o””. Sehingga kata “Sego” akan menjadi “Sega” = Nasi.
  • Mendoan banyak dipasarkan dikota-kota Indonesia. Namun begitu banyak dari ini adalah palsu belaka. buktinya seperti poin bagian pertama diatas, syarat tidak terpenuhi. Itu cuma tempe goreng, bukan Mendoan sesunggunya.
  • Mendoan asli dibuat dari tempe khusus yang dibuat hanya untuk keperluan mendoan. Yaitu tempe persegi panjang yang sangat tipis, tidak perlu dipotong lagi jika mau digoreng.
  • Mendoan enak disantap dengan cabe rawit atau kecap diberi irisan lombok ijo. Ada juga yang memakai sambal kacang. Sama enaknya. Itu urusan selera.
  • Pada banyak kejadian di pagi hari, Mendoan merupakan sarapan yang digemari. Biasanya dipertigaan desa, dipagi hari mangkal penjual Mendoan yang akan bersanding dengan pecel dan lontong.
  • Mendoan+Pecel+Lontong adalah menu syarapan yang sangat lazim. Bahkan disekolah-sekolah jajanan seperti ini mudah sekali ditemui.
  • Jika anda bertamu, 88% akan disuguhi mendoan dengan teh hangat.
  • Sekarang banyak model dan modifikasi mendoan dengan sentuhan kreatif pengusaha modern.
  • Rasa dan  penyajian yang unik kian melambungkan kuliner dari tempe ini. meski tidak orisinil lagi, tapi gerakan ini makin membuat nama mendoan makin diperhitungkan dikancah kuliner nusantara